Saturday, 4 December 2010

BERSYUKURLAH

Ada dua orang pasein pria yang menderita sakit parah. Mereka dirawat dirumah sakit yang sama. Pria pertama diijinkan duduk setiap sore selama satu jam. Tujuannya adalah agar cair dari paru-parunya bias keluarkan. Tempat tidurnya terletak didekat satu-satunya jendela yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang kedua harus selalu berbaring dalam keadaan terlentang. Karena diantara dua tempat tidur ada dinding pemisah yang cukup tinggi, pria yang tidur terlentang tidak bias lihat ke jendela.
Kedua pria tersebut sering ngobrol. Macam-macam hal yang mereka bicarakan dari mengenai istri, keluarga, rumah, pekerjaan, wajib militer sampai tempat-tempat yang dikunjungi saat liburan. Sore hari, saat si pria yang menempati tempat tidur dekat jendela diijinkan duduk, dia bercerita ke teman sekamarnya. Ia menceritakan apa yang dilihatnya dibalik jendela.
Pria yang hanya bias terlentang lama-kelamaan bias menikmati ceritanya. Selama satu jam sehari, cara pandangnya diperluas dan dihidupkan dengan mendengarkan tentang kegiatan dan warna-warni dunia luar. Jendela itu menghadap ke sebuah taman. Di sebuah danau itu ada danau yang indah dengan bebek-bebek dan angsa yang berenang diatasnya. Anak-anak bermain dengan kapal-kapal layarnya. Pasangan suami istri yang di mabuk asmara bejalan sambil bergandengan tangan dintara bunga-bung yang berwarna-warni bagaikan pelangi. Beberapa pohon besar tumbuh diatas rerumputan. Pemandangan indah terlihat dari kejauhan.
Pria yang didekat jendela menceritakan semua ini dengan amat rinci. Pria yang mendengarkan, menutup matanya sambil membayangkan pemandangan-pemandangan yang ditututkan temannya. Di suatu hari yang cukup terik, pria yang menempati tempat tidur dekat jendela melaporkan tentang sebuah pawai yang lewat di sana. Pria yang kedua tidak bias mendengarkan musik bandnya. Namun dia bias melihat mereka dengan mata batinnya. Ia seakan-akan melihat badut yang menari-nari, bendera yang berwarna-warni serta mobil dan kuda yang dihias.

Hari pun belalu. Di dalam hati pria yang tidak bisa melihat ke jendela diam-diam timbul rasa iri atas cerita-cerita yang disampaikan oleh teman sekamarnya, karena dia ingin melihat sendiri semua yang diceritakannya. Dia pun mulai membenci temen sekamarnya dan merasakan prustasi. Dia pun ingin menempati tempat tidur didekat jendela.
Pada suatu pagi, seorang juru rawat masuk ke kamarnya. Pria yang ditempatkan didekat jendela ditemukan meninggal tenang pada saat tidur. Dengan rasa sedih dia memanggil pegawai rumah sakit untuk memindahkan jenazahnya.
Setelah dianggap tepat waktunya, pria yang masih dirawat menanyakan apakah dia bias pindah ke tempat tidur dekat jendela. Perawat tidak keberatan untuk memindahkannya dan setelah yakin pasiennya dalam posisi yang nyaman, dia meninggalkannya sendirian. Pelan-pelan, sambil menahan rasa sakit, dia berusaha mengangkat tubuhnya dengan satu sikut lengannya untuk melihat dunia luar pertama kalinya di luar jendela. Ia berpikir, akhirnya dia juga bisa menikmati kebahagian saat melihat taman di luar dan semua kegiatan yang ada. Dia berusaha untuk melongok.
Namun dia amat terkejut karena ternyata yang dilihatnya hanya dinding yang kosong. Dia berusaha memanggil suster dan bertanya “bagaimana teman sekamar saya bisa melihat semua yang diceritakannya kepada saya? Bagaimana dia bisa menceritakan segala keindahan sampai sekecil-kecilnya,padahal saya melihat dinding batu bata yang kusam!”
Perawat itu menjawab “Loh memang bapak tidak tahu?mantan teman sekamar bapak buta, jadi dinding pun tidak bisa dilihatnya”. Kemudian sang perawat menambahkan “mungkin dia hanya ingin membesarkan hati bapak saja”.


Hikmah dari cerita diatas :
Apakah anda bisa merasakan emosi yang terkandung dari cerita di atas?
Apakah terpikit oleh anda untuk menukar posisi anda dengan posisi orang lain karena merasa iri kepada orang tersebut. Apakah anda pernah merasa demikian kecewa, misalnya anda menyangka sesuatu itu begitu indah, tetapi kenyataanya tidak seperti anda bayangkan?apakah anda pernah diberi kata-kata pemberi semangat, tetapi anda tidak pernah mau mensyukurinya?
Kalu anda terobsesi segala yang dimiliki orang lain, maka anda tidak merasakan indahnya hal-hal yang akan diberikan oleh orang lain kepada anda.
Di zaman sekarang ini banyak sekali orang yang ingin memiliki apa pun yang dimiliki orang lain. Ingin suami atau istri yang dimiliki orang lain, ingin pekerjaan seperti pekerjaan orang lain, ingin penghargaan yang diterima seperti orang lain, ingin popularitas seperti yang diraih oleh orang lain, rumah yang dimiliki orang lain dan posisi yang dimiliki orang lain.
Sering pula mereka ingin hal-hal yang mereka anggap ada dalam diri orang lain. Misalnya, kebahagian, rasa memiliki tujuan, kedamaian berpikir, rasa cinta dan kenyamanan. Yang sebenarnya adalah di setiap situasi pasti ada masalah, di setiap kehidupan pasti ada rintangan, di setiap hubungan pasti ada kesulitan, di setiap kesempatan pasti ada tantangan atau maslah yang berat. Pada dasarnya, pada aspek yang positif pasti ada tandinganya yang bersifat negaif. Karena itu, tidak mungkin ada orang yang bebas dari masalah kehidupan.

Kalau begitu, gimana sikap kita dalam menghadapi hal ini?

1). Jadilah orang yang PANDAI BERSYUKUR untuk apa yang anda miliki saat ini

2). Bersikaplah POSITIF atas semua keadaan, karena KEBAHAGIAN itu BUKAN DI LUAR DIRI tapi ADA DALAM DIRI KITA

Read More ..